Panglima TNI Pimpin Sertijab Jabatan Strategis Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah Resmi Jabat Waka Bais
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah posisi strategis di lingkungan Markas Besar (Mabes) TNI. Langkah ini diambil sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyegaran institusi guna meningkatkan profesionalisme serta kesiapan operasional TNI. Salah satu rotasi yang menjadi fokus utama...
[DIANALISIS SECARA OTOMATIS OLEH SISTEM AI]

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah posisi strategis di lingkungan Markas Besar (Mabes) TNI. Langkah ini diambil sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyegaran institusi guna meningkatkan profesionalisme serta kesiapan operasional TNI.
Salah satu rotasi yang menjadi fokus utama adalah promosi Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Waka Bais) TNI. Perwira tinggi berlatar belakang Kopassus dengan pengalaman tempur luas ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI. Ia resmi menggantikan Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto yang kini mendapatkan penugasan baru.
Selain posisi Waka Bais, Panglima TNI juga mengesahkan pergantian pejabat pada tiga instansi di bawah Mabes TNI:
- Kapuspen TNI: Jabatan yang ditinggalkan Mayjen Aulia kini diserahkan kepada Brigjen TNI Muhammad Nas.
- Kapuskersin TNI: Posisi berganti dari Laksma TNI Donny Suharto kepada Kolonel Inf Perry Sandhi Sitompul.
- Kapusinfolahta TNI: Brigjen TNI Heldi Wira resmi menjabat menggantikan Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko.
Dalam amanatnya, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa mutasi dan rotasi ini merupakan instrumen penting dalam pembinaan organisasi. Regenerasi kepemimpinan mutlak diperlukan agar setiap satuan mampu adaptif dan responsif terhadap dinamika tugas serta tantangan strategis yang terus berkembang. Penunjukan Mayjen Aulia juga merefleksikan kepercayaan komando atas terhadap kapasitas perwira berkualifikasi komando untuk mengawal sektor intelijen strategis nasional.