Optimalisasi Sistem Deteksi Dini, Kodaeral VI Perkuat Stabilitas Wilayah dan Iklim Investasi di Kota Makassar
Makassar, Dalam rangka memperkokoh stabilitas wilayah dan mendukung iklim investasi yang kondusif, Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VI, Kolonel Laut (P) Roni, S.T., M.Tr.Hanla., M.M., hadir sebagai narasumber dalam acara Bimbingan Teknis Pemahaman Sistem Deteksi Dini di Kota Makassar Kegiatan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Makassar, Dalam rangka memperkokoh stabilitas wilayah dan mendukung iklim investasi yang kondusif, Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VI, Kolonel Laut (P) Roni, S.T., M.Tr.Hanla., M.M., hadir sebagai narasumber dalam acara Bimbingan Teknis Pemahaman Sistem Deteksi Dini di Kota Makassar Kegiatan V Tahun 2026, bertempat di Hotel Horison Ultima, Selasa (23/06/2026).
Acara ini dibuka langsung oleh Kakesbangpol Kota Makassar Dr. H. Fathur Rahim, S.T., M.T.,
dengan menghadirkan pemateri juga dari Wakapolres Pelabuhan Polda Sulsel dan Staf Kejaksaan Negeri Makassar.
Kehadiran Dansatrol Kodaeral VI ini merupakan representasi langsung dari Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M.
Kegiatan strategis ini terselenggara berkat kolaborasi solid antara Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Kesbangpol Kota Makassar dengan jajaran instansi terkait. Fokus tema utamanya adalah Optimalkan Deteksi Dini Guna Mengantisipasi Potensi Konflik di Masyarakat, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan para investor di Kota Daeng.
Dalam materi Early Warning System 2026, Membaca Ancaman, Membangun Kota yang dibawakan, Dansatrol Kodaeral VI menyampaikan ancaman keamanan saat ini bersifat multidimensi, meliputi konflik vertikal dan horizontal, kejahatan ekonomi terstruktur seperti perdagangan migas dan BBM ilegal yang mencapai 116 KL,
Serta penyebaran radikalisme lewat media digital. Kompleksitas ancaman ini menuntut sistem deteksi dini yang responsif, taktis, dan terintegrasi untuk menjaga stabilitas wilayah darat maupun maritim secara menyeluruh.
“Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, dibangun ekosistem deteksi dini berbasis kolaborasi tiga pilar yaitu TNI AL/Kodaeral VI,
Pemerintah dan Forkopimda, serta masyarakat pesisir yang didukung teknologi pengawasan, pelatihan warga, dan penguatan jalur komunikasi cepat.
Ke depan, upaya ini diarahkan menjadi budaya kolektif melalui pembentukan pusat komando terpadu dengan Makassar sebagai percontohan, penanganan akar masalah sosial ekonomi dan literasi. #tnial_kodaeralvi